Dalam sidang media di Madinah Nasr, Ahmed Aref, jurucakap bagi Parti Kebebasan dan Keadilan berkata seramai 66 terkorban dalam serangan semalaman oleh pasukan polis dan 61 mati secara klinikal serta 4,500 lagi tercedera.
-Menurut beliau "samseng-samseng" telah mengepung penyokong Mursi di Hospital Al-Shifa dan Hospital Sayyed Galal. Kementerian Dalam Negeri telah menafikan hal ini, mengusahakan untuk menghubungi kementerian kesihatan dan hospital-hospital yang disebut bagi mendapatkan pengesahan.
-Menurut beliau "pembunuhan beramai-ramai" yang terjadi semalam merupakan hasil mandat yang diminta oleh Menteri Pertahanan Abdel Fattah al-Sisi.
-Menurut beliau para pembantah telah diserang dengan peluru hidup, peluru burung dan sejenis bom pemedih mata baru yang berkemungkinan mengandungi bahan yang melanggar undang-undang.
-Menurut beliau semua penyokong Mursi yang berlindung di Masjid Qaed Ibrahim di Iskandariah telah ditahan. Beliau meletakkan jumlah tahanan seramai 400 orang termasuk 150 wanita dan kanak-kanak. Akan tetapi Kementerian Dalam Negeri dalam sidang media sebelum itu berkata seramai 14 orang ditahan di Iskandariah.
-Menurut beliau mereka akan mendakwa mereka yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan ini dan menyeru komuniti antarabangsa untuk mengutuk keganasan tersebut.
-Beliau telah mengutuk pihak media yang hanya membuat liputab sebelah pihak iaitu bantahan pro-tentera di Istana Presiden, mengabaikan perarakan penyokong Mursi dan pertembungan yang berlaku semalam.
As-Sisi laknatullah tertekan
Jenderal As-Sisi dan Adli Mansour Siap-siap Kabur
Keluarga besar junta militer As-Sisi dan Presiden Mesir ilegal Adli Mansour telah berada di komplek Bandara. Tepatnya komplek Al-Mazhah dekat bandara Kairo, lapor koran Mesir Asy-Sya'ab.
Asy-Sya'ab menambahkan, anak pertama Mansour bahkan telah berangkat ke Dubai sejak dua hari yang lalu dalam rangka mempersiapkan kedatangan ayahnya yang akan kabur dari Mesir.
Sedangkan Letjen As-Sisi, hari ini telah memerintahkan PM (Polisi Militer) untuk memindahkan keluarga besarnya ke komplek Al-Mazhah.
Menurut sumber militer yang tidak mau disebutkan namanya, saat ini As-Sisi berada di ruang bawah tanah Markaz Intelejen Mesir. Ia tidak bisa keluar, sebab jalanan sudah dikepung demonstran. Ia pun sudah tidak memiliki power lagi untuk berkoordinasi dengan Divisi Pasukan I dan II, bahkan dengan Garda Republik.
Mengomentari berita itu, pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah Nandang Burhanudin memprediksi tumbangnya As-Sisi dan Mansour.
"As-Sisi dan Mansour berada dalam tekanan psikologis. Terutama setelah berjatuhannya korban jiwa demonstran damai dan 4 muslimah yang dibantai, serta ayah dan anaknya yang diikat seperti kerbau mau disembelih" tulisnya di akun facebook.
"Darah dan air mata membuat As-Sisi dan Adli Mansour kecut. Mereka mempersiapkan diri lari dari gelanggang tempur yang dibuatnya sendiri. Mereka menunggu hukuman massa. Jika bisa lari, hukuman Allah sudah pasti menanti. Mari menjadi saksi sejarah, tumbangnya junta militer dan para pendukungnya!" pungkasnya.
MISTERI KEMATIAN PENYOKONG MURSI DALAM TRAK POLIS
Belumpun selesai pengebumian jenazah para syuhada' Raba'ah dan tragedi berdarah Ramsis beberapa hari lalu yang menjangkau ribuan orang, kita dikejutkan lagi dengan berita kematian 37 orang penyokong Mursi dalam trak polis semasa perjalanan ke Penjara Abu Za'abal.
Sumber dari Kementerian Dalam Negeri mendakwa mereka mati akibat terhidu gas manakala sumber yang lain mendakwa kematian mereka kerana percubaan menghalang seorang pegawai polis dari menjalankan tugas sewaktu berkawal.
Sementara sumber Gabungan Kerjasama Kebangsaan mendakwa, angka sebenar yang mati ialah 50 orang dan hingga kini tiada siasatan lengkap dan telus dijalankan bagi menyiasat punca kematian mereka. Ketua tentera Abdul Fatah As-Sisi adalah orang yang perlu bertanggungjawab dalam kematian misteri ini.
Apapun, tragedi ini tidak lain bertujuan melancarkan "operasi pembersihan" bagi membersihkan Mesir dari Ikhwan Muslimin dan mereka yang menyokong Mursi.
Sedikit demi sedikit anggota Ikhwan dibunuh bagi memastikan Islam tidak akan kembali tertegak tetapi Allah pasti akan menyempurnakan cahayaNya walaupun dibenci oleh orang-orang kaf

![Jenderal As-Sisi dan Adli Mansour Siap-siap Kabur
Keluarga besar junta militer As-Sisi dan Presiden Mesir ilegal Adli Mansour telah berada di komplek Bandara. Tepatnya komplek Al-Mazhah dekat bandara Kairo, lapor koran Mesir Asy-Sya'ab.
Asy-Sya'ab menambahkan, anak pertama Mansour bahkan telah berangkat ke Dubai sejak dua hari yang lalu dalam rangka mempersiapkan kedatangan ayahnya yang akan kabur dari Mesir.
Sedangkan Letjen As-Sisi, hari ini telah memerintahkan PM (Polisi Militer) untuk memindahkan keluarga besarnya ke komplek Al-Mazhah.
Menurut sumber militer yang tidak mau disebutkan namanya, saat ini As-Sisi berada di ruang bawah tanah Markaz Intelejen Mesir. Ia tidak bisa keluar, sebab jalanan sudah dikepung demonstran. Ia pun sudah tidak memiliki power lagi untuk berkoordinasi dengan Divisi Pasukan I dan II, bahkan dengan Garda Republik.
Mengomentari berita itu, pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah Nandang Burhanudin memprediksi tumbangnya As-Sisi dan Mansour.
"As-Sisi dan Mansour berada dalam tekanan psikologis. Terutama setelah berjatuhannya korban jiwa demonstran damai dan 4 muslimah yang dibantai, serta ayah dan anaknya yang diikat seperti kerbau mau disembelih" tulisnya di akun facebook.
"Darah dan air mata membuat As-Sisi dan Adli Mansour kecut. Mereka mempersiapkan diri lari dari gelanggang tempur yang dibuatnya sendiri. Mereka menunggu hukuman massa. Jika bisa lari, hukuman Allah sudah pasti menanti. Mari menjadi saksi sejarah, tumbangnya junta militer dan para pendukungnya!" pungkasnya. [AM/esh/fb]](https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/1016829_608765132488902_110284579_n.jpg)
No comments:
Post a Comment